wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 03 Mei 2014

artikel MS Excel

Posted by dika euphrosyneRabu, 16 Oktober 201345 komentar
Jenis Formula Yang Sering Digunakan Dalam Microsoft Excel - Pada aplikasi Excel disediakan berbagai jenis formula. Tentu saja, anda tidak akan menggunakan semua jenis formula tersebut. Oleh karena itu, pada artikel saya kali ini hanya akan membahas beberapa jenis formula yang sering digunakan dalam Microsoft Excel. Langsung saja simak penjelasan dibawah ini :

A. Formula untuk Penjumlahan (Sum)
Operasi penjumlahan digunakan untuk mengetahui nilai total dari sekelopok dara. Perintah untuk operasi penjumlahan adalah =SUM (range data). Operasi penjumlahan dapat dilakukan secara vertikal maupun horizontal. Untuk lebih jelasnya, perhatikan data berikut.
                                                                                              
Dari gambar di atas, pada sel B7, ketikkan formula =SUM(B5:B7) dan tekan enter. Secara otomatis, Excel akan langsung menjumlahkan data tersebut. Anda dapat melakukan hal yang sama pada sel C8, D8 dst. Akan tetapi, untuk mempermudahkan anda, formula tersebut dapat anda copy dan paste, atau menarik ujung kanan bawah sel B8. Secara otomatis, formula akan menjumlahkan data tersebut.

B. Formula untuk Mencari Rata-rata (Average)
Seperti yang anda ketahui sebelmnya, bahwa untuk mencari nilai rata-rata dari sekelompok data menggunakan formula =Average (Range data). Seperti halnya formula penjumlahan, formula untuk mencari rata-rata juga dapat digunakan secara vertikal maupun horisontal.

C. Formula untuk Mencari Nilai Maksimum dan Minimum
Untuk mencari nilai tertinggi atau maksimum, anda dapat menggunakan formula =MAX(range data. Adapun untuk mencari nilai terendah atau minimum dengan menggunakan formula =MIN(range data). Sebagai contoh seperti pada gambar dibawah :
Nilai maxsimum dapat dicari dengan menuliskan formula =MAX(C4:C13) dan nilai minimum dapat dicari seperti pada gambar diatas yaitu dengan menuliskan formula =MIN(C4:C13).

D. Formula IF
Fungsi IF digunakan untuk menguji apakah suatu syarat sudah terpenuhi (kondisi benar), atau apakah syarat tersebut tidak terpenuhi (kondisi salah).
Fungsi IF terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fungsi IF dengan syarat atau biasa disebut IF tunggal, dan fungsi IF lebih dari dua syarat.
1. Fungsi IF dengan Dua Syarat
Fungsi  IF dengan dua syarat memiliki dua nilai kemungkinan dapat diselesaikan dengan satu fungsi. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut.
=IF(Logika; [Nilai _jika_syarat_benar]; [Nilai_jika_syarat_salah])
·          "Logika", merupakan nilai yang menghasilkan nilai benar (TRUE) atau salah (FALSE). Misalnya, jika terdapat pertanyaan apakah nilai pada sel A1 sama dengan nilai pada sel C1, maka secara langsung anda dapat menjawab ya atau tidak, namun dalam Excel akan diganti menjadi benar (TRUE) atau salah (FALSE). Dalam pengisian logika ini antara kondisi dan syarat harus menggunakan pembanding.
·         "Nilai_jika_syarat_benar", berisi nilai yang dihasilkan jika logika bernilai benar (TRUE). Untuk nilai bertipe teks, penulisan di apit dengan tanda petik ganda ("..."), sedangkan untuk tipe numerik tidak perlu diapit tanda petik ganda.
·         "Nilai_jika_syarat_salah", berisi nilai yang dihasilkan apabila logika bernilai salah (FALSE). Cara penulisan sama dengan Nila-jika_syarat_benar.
Sebagai contoh, misalkan anda ingin menentukan merk mobil berdasarkan kodenya, dan tempatkan hasilnya pada kolom MEREK MOBIL dengan cara isikan sel B2 kolom MEREK MOBIL dengan pernyataan "Jika KODE adalah T, maka merk mobil diisi dengan Toyota, selain itu NAMA MOBIL diisi dengan HONDA.
·         Ketikkan pernyataan gambar diatas dalam bentuk seperti berikut :
=IF(A2="T"; "TOYOTA";"HONDA")
·         Keterangan :
1.    =IF     : awal pernyataan jika (if)
2.    A2      : alamat sel kode
3.    "T"     : syarat yang harus dipenuhi
4.    "TOYOTA" : nilai jika logika benar
5.    "HONDA" : nilai jika logika salah
Kemudian, ketikkan rumus tersebut pada sel B2 dan tekan enter, maka akan tamoil jawaban TOYOTA, karena setelah diuji ternyata kondisi di sel A2 memenuhi syarat yaitu T, sehingga yang dijalankan adalah bagian nilai benar yaitu TOYOTA.

Selanjutnya, gunakan fasilitas fill handle yang ada di sudut kanan bawah sel B2 untuk menyalin (copy) rumus dan mengisikan sel di bawahnya, klik dan geser fill handle ke bawah hingga sel B5. Pada sel B3 akan terisi HONDA, hal ini dikarenakan setelah diuji ternyata sel A2 tidak memenuhi syarat yang ditentukan yaitu T, maka yang dijalankan adalah bagian nilai salah yaitu HONDA. Cara pembacaan yang sama juga dilakukan oleh sel berikutnya.

Dengan menggunakan fungsi IF tunggal untuk menyelesaikan 2 kondisi, maka jika terdapat kode lain yang tidak memenuhi syarat (T), akan secara otomatis dianggap sebagai nilai salah dan kolom NAMA MEREK MOBIL akan terisi dengan HONDA.

2.  Fungsi IF dengan Persyaratan Lebih dari Dua
Fungsi IF kedua yang akan dibahas di dalam artikel ini adalah fungsi IF dengan lebih dari dua syarat atau biasa disebut dengan fungsi IF bertingkat. Lebih dari dua syarat disini berarti di dalam satu rumus terdapat beberapa statement IF yang memungkinkan anda untuk mengelola beberapa kondisi sekaligus.

MS-Excel 2010 memungkinkan anda untuk menggunakan sampai dengan 64 fungsi IF. Bentuk IF dengan persyaratan lebih dari dua 
=IF(syarat1 ; [nilai_jika_syarat1_benar]; IF(syarat2; [nilai_jika_syarat2_benar]:........ ;[nilai_jika_semua_syarat_salah])
·         Syarat1, syarat2, syarat3, .... diisi nilai atau exspresi yang dapat diuji untuk menghasilkan nilai TRUE atau FALSE. Dalam pengisian logika ini antara kondisi dan syarat harus menggunakan operator pembanding.
·         Nilai_jika+syarat1_benar, nilai_jika_syarat2_benar, .... adalah argumumen berisi nilai yangakan dihasilkan bila logika yang diuji benar. Jika logika yang diuji bernilai benar dan argumen ini dihilangkan, nilai TRUE yang akan ditampilkan.
·         Nilai_jika_syarat1_salah, nilai_jika_syarat2_salah, .... adalah argumen berisi nilai yang akan dihasilkan bila logika yang diuji bernilai salah. Jika logika yang diuji bernilai FALSE dan argumen ini dihilangkan, nilai FALSE yang akan ditampilkan.
Contoh : Menempatkan nama handphone berdasarkan kodenya, dan menempatkan hasilnya pada kolom NAMA HANDPHONE dengan cara mengisi sel B2 pada kolom NAMA HANDPHONE dengan ketentuan berikut.

·         Jika KODE adalah B, maka NAMA HANDPHONE diisi dengan Blackberry
·         Jika KODE adalah N, maka NAMA HANDPHONE diisi dengan Nokia.
·         Jika KODE adalah SE, maka NAMA HANDPHONE diisi dengan dengan SonyEricsson
·         Selain dari kode di atas maka NAMA HANDPHONE diisi dengan Samsung
·         Ketikkan pernyataan diatas dalam bentuk seperti berikut:
      =IF(A2="B";"Blackberry";IF(A2="N";"Nokia";IF(A2="SE";"SonyEricsson";Samsung")))

Masukan rumus tersebut pada sel B2, kemudian tekan enter sehingga pada sel B2 akan tampil blackberry karena saat pengujian syarat 1 bernilai benar, seperti contoh gambar di atas.Selanjutnya tinggal menyalin rumus-rumus dari sel B3

Sekian dulu artikel saya tentang Jenis Formula Yang Sering Digunakan Dalam Microsoft Excel sekarang ini, semoga artikel ini bermanfaat buat rekan-rekan dan para sobat blogger sekalian, Terimakasih!


surat undangan

Nomor             : 01/B/PAN-SEMINAR                                             Karawang, 31 Desember 2013
Lampiran         : -
Perihal             : UNDANGAN

                        Kepada Yth :
                        ­Egi Suprayogi1241173301100
                        Di
Teluk Jambe
                        Assalamu’alaikum Wr.Wb
Salam sejahtera teriring do’a kami sampaikan, semoga segala aktifitas kita berada dalam lindungan Allah SWT.
Dengan ini kami sampaikan Undangan Seminar bertemakan “ EMPAT PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA” yang akan diselenggarakan pada :
Hari, tanggal    : Sabtu, 1 Februari 2014
Waktu              : 09.00 WIB s/d Selesai
Tempat                        : Gedung Aula Unsika
Besar harapan kami kiranya Saudara dapat berpartisipasi dalam acara tersebut.
Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.
                        Wassalamu’alaikum Wr.Wb


DIAN SEPTIANA                                                            HAGI M. ACHRIJAL
  Ketua Pelaksana                                                                  Sekretaris Pelaksana
Mengetahui,


SIDIQ PERMANA
Ketua HIMA IP
Menyetujui,


H. DADANG FAKHRUDIN Drs. MM.
Dekan FISIP UNSIKA

CARA MEMBUAT TUJUAN SURAT UNDANGAN KEPADA BEBERAPA ORANG SECARA LANGSUNG PADA MS. WORD
1.      Buat surat undangannya di Ms.Word, kemudian save.
2.      Buka lagi surat undangannya, kemudian klik Mailings pada menu di atas, klik Select Recipients, pilih Type New List akan muncul gambar New Address List, kemudian klik Customize Columns, akan muncul gambar Customize Address List. Untuk menulis NPM, NAMA, ALAMAT klik saja (Add) tulis satu per satu. Klik Ok.
3.      Kemudian tulis NPM, NAMA dan ALAMAT pada kolom yang ada, untuk membuat kolom baru klik saja New Entry. Tulislah satu per satu alamt yang di tuju.
4.      Setelah itu klik Ok, simpan pada folder surat undangan.
5.      Setelah itu, usahakan posisi kursor ada pada posisi di bawah ( Kepada Yth, ).
6.      Klik kembali Mailings, pilih Insert Merge Field, pilih NAMA dan NPM. Sedangkan posisi alamat harus ada di bawah ( Di ) pilih ALAMAT.
7.      Setelah itu untuk melihat nama yang dituju pada surat undangan, klik Preview Results, tetapi yang muncul hanya satu nama, untuk melihat nama nama yang lain klik saja Next Record ( > ) pada Preview Results. Nama tujuan akan muncul sendiri kalau kita klik Next Record.
8.      Sebagai tambahan untuk mencetak secara langsung semua tujuan alamat, klik saja Finish&Merge, pilih Print Documents, akan muncul gambar Merge to Printer, klik All ( untuk mencetak semua alamat tujuan ) klik OK.
9.      Sedangkan untuk satu alamat saja klik From -> To , klik Ok
1.  Seperti itulah caranya, selamat mencoba.

















CARA MEMBUAT PENOMORAN HALAMAN, DAFTAR ISI SECARA OTOMATIS, DAFTAR ISI SECARA OTOMATIS PADA MAKALAH MS. WORD











DAFTAR PUSTAKA


 

 

1.       Dede Nurmadi. (2014). Aplikasi Komputer. Jakarta Selatan: PT Gramedia.























PENJELASAN CARA MEMBUAT PENOMORAN HALAMAN PADA MAKALAH MS. WORD :

1)      Bikin dulu sampel/kerangka makalahnya, misalnya ( Kata Pengantar, Daftar Isi, Bab I Pendahuluan, Bab II Pembahasan, Bab III Penutup dan Daftar Pustaka ).
2)      masing masing ditulis pada page/halaman yang berbeda, untuk membuat page/halaman baru pilih menu Page Layout, klik Breaks, pilih Next Page.
3)      Setelah kerangkanya dibuat, ada dua versi penomoran yang pertama cara penomoran KATA PENGANTAR dan DAFTAR ISI. Dan yang kedua cara penomoran BAB I PENDAHULUAN sampai DAFTAR PUSTAKA.
4)      Cara penomoran halaman Kata Pengantar, pilih menu Insert, klik Page Number, pilih Format Page Numbers, muncul gambar pilih Number Format ( i, ii, iii ). Klik Ok. Kemudian pilih Bottom Of page. Untuk penomoran halaman Daftar Isi tinggal Blok aja nomor yang ada pada halaman daftar isi terus klik Page Number, pilih Format Page Numbers, muncul gambar pilih Number Format ( i, ii, iii ). Klik Start at pilih ( ii ) klik Ok.
5)      Untuk cara penomoran halaman Bab I Pendahuluan sampai Daftar Pustaka sama aja caranya dengan yang di atas, tetapi yang membedakan Blok dulu nomor halaman yang ada pada Bab I Pendahuluan pilih menu Insert, klik Page Number, pilih Format Page Numbers, muncul gambar pilih Number Format ( 1, 2, 3 ). Klik Start at pilih ( 1 ) Ok.
6)      Penomoran halaman akan ada secara otomatis berurutan kebawah dari Bab I Pendahuluan sampai Daftar Pustaka.



TAMBAHAN, CARA UNTUK MEMBUAT DAFRTA PUSTAKA SECARA OTOMATIS:
1)      Pastikan posisi kursor ada pada halaman daftar pustaka
2)      Klik menu References, pilih Insert Citation, klik Add New Source, akan muncul gambar Create Source. Kita isi kolom kolom yang kosong misalnya;
3)      Type Of Source ( Tipe Sumber bahan bahasan ), kalau ngambil dari buku pilih Book.
4)      Bibliography Fields For Apafith Edition:
a.       Author / nama penulis buku    : misal Dede Nurmadi
b.      Title / judul buku                     : misal Aplikasi Komputer
c.       Year / tahun penerbitan           : misal 2014
d.      City / kota                               : misal Jakarta
e.       Publisher / nama penerbit        : misal PT Gramedia
5)      Setelah itu klik Ok, kemudian klik Bibliography dari menu References, pilih model biograpi pertama. Secara otomatis akan muncul daftar pustaka.

PENJELASAN CARA MEMBUAT DAFTAR ISI SECARA OTOMATIS:
1)      Buat judul, Blok satu per satu ( Kata Pengantar, Daftar Isi, Bab I Pendahuluan, Bab II Pembahasan, Bab III Penutup, Daftar Pustaka ), klik Heading 1, klik Font Color ( A ) warna hitam, dan klik Center Text ( rata tengah ).
2)      Kemudian untuk Sub judul, seperti ( Latar Belakang, Rumusan Masalah dll ) Blok satu per satu, klik Heading 2, klik Font Color ( A ) warna hitam, dan klik Aligen Text Left ( rata kiri ).
3)      Pastikan posisi kursor ada di lembar/halaman daftar isi
4)      Setelah semuanya diblok, pilih menu References, klik Table Of Contents, klik Insert Table Of Contents akan muncul gambar Table Of Contents. Karena saya memilih/menggunakan dua heading maka klik Show Levels ( 2 ), klik Ok.
Note: karena sampel makalahnya tidak ada isinya, maka tampilan daftar isi ada halaman yang sama.